Etis dalam Bermedia Digital

Kenapa sih kita harus Etis dalam menggunakan media digital?   

        Semakin hari, tentunya cara berkomunikasi semakin berkembang. Contohnya sekarang, sekarang kita bisa berkomunikasi secara digital. Komunikasi digital ini memiliki karakteristik komunikasi global atau melintasi batas geografis dan budaya. Tapi, tiap batas geografis dan budaya tentunya memiliki etika sendiri, dan biasanya berbeda-beda. Tiap negara, daerah, bahkan generasi mempunyai etika sendiri.

Salah satu contohnya yaitu tentang privasi. Para orang tua bisa saja merasa biasa atau bangga bercerita tentang anak-anaknya, namun belum tentu anak-anaknya nyaman dengan kisah yang diceritakan oleh orang tuanya di media sosial. Begitu juga dengan interaksi digital antar golongan sosial lainnya. Semuanya pasti akan memunculkan persoalan-persoalan tentang etika. Artinya kita pastinya akan berinteraksi dengan banyak macam perbedaan kultur dalam media digital, dan pertemuan itu pun memungkinkan untuk menciptakan standar baru tentang etika.

Karena itu, menggunakan media digital mestinya diarahkan pada suatu niat, sikap, dan perilaku yang etis demi kebaikan bersama, dan demi meningkatkan kualitas kemanusiaan.






Memahami Kompetensi Literasi Digital

Umumnya literasi digital dianggap sebagai kecakapan menggunakan internet dan media digital, tapi sering ada pandangan bahwa kecakapan penguasaan teknologi ini adalah kecakapan yang paling utama. Padahal sebenarnya literasi digital bukan hanya menitikberatkan pada kecakapan penguasaan teknologi.

Literasi digital juga menitikberatkan pada kecakapan pengguna media digital dalam melakukan proses penggunaan media digital yang dilakukan dengan baik dan produktif. Pengguna yang memiliki kecakapan literasi digital yang bagus tidak hanya bisa mengoperasikan alat, tapi juga mampu mengoperasikannya dengan tanggung jawab.


Apa Itu Konten Negatif?

Kita tahu bahwa banyak sekali konten negatif beredar di internet. Tapi apa sih konten negative itu? Konten negatif atau konten ilegal di dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang telah diubah melalui UU Nomor 19 Tahun 2016 (UU ITE) dijelaskan sebagai informasi dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan, perjudian, penghinaan atau pencemaran nama baik, pemerasan dan/atau pengancaman, penyebaran berita bohong dan menyesatkan sehingga mengakibatkan kerugian pengguna. Selain itu, konten negatif juga diartikan sebagai substansi yang mengarah pada penyebaran kebencian atau permusuhan berdasarkan suku, agama, ras, dan golongan.

Konten negatif biasanya muncul karena motivasi-motivasi pembuatnya yang memiliki kepentingan ekonomi, politik, mencari kambing hitam, dan memecah belah masyarakat.

Contoh konten negatif seperti:

- Hoaks

- Cyberbullying

- Hate speech



Kita bersyukur teknologi komunikasi berkembang dengan pesat. Setiap temuan-temuan baru teknologi pada dasarnya untuk melayani manusia. Membuat kehidupan menjadi lebih mudah. Kehadiran internet dalam kehidupan memberikan manfaat yang luar biasa bagi kehidupan manusia. 

Sejak internet ditemukan dan kemudian berkembang, banyak sekali perubahan dalam kehidupan interaksi antar manusia. Internet memungkinkan kita membangun jaringan yang hampir tak terbatas. Partisipasi dan kolaborasi terwadahi begitu luas. Merentang ruang dan waktu. Melintasi batas-batas negara dan budaya. Namun semua anugerah itu bisa menjadi bencana manakala teknologi “hanya bisa mengendalikan kita” manusia tanpa jiwa-jiwa yang beretika.

Karena itu, kita harus menggunakan berbagai platform digital secara sadar, tanggung jawab, berintegritas, dan menjunjung nilai-nilai kebajikan antar insan dalam menghadirkan diri, kemudian berinteraksi, berpartisipasi, bertransaksi, dan berkolaborasi dengan menggunakan media digital.


Itu saja yang akan aku bahas di blog kali ini, Terimakasih sudah mampir :D

Wassalamualaikum WR. WB


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Mengikuti PTM

Evaluasi Buku Informatika Bab 2 Kelas 8

Suka Duka Belajar Online di SMP Labschool